DISINI kalian tidak akan menemukan semua tentang indonesia, budaya, tradisi, politik kancut atau tetek bengek lainnya. Silahkan pergi ke MPR atau Istana presiden bogor atau juga museum lain untuk mencari semua tentang indonesia. Karena blog ini adalah berisi karya-karya gue, yang terinspirasi dari bapak-bapak pimpinan yang sok pintar

Rabu, 19 September 2007

Tuhan BANYAK ORANG BAIK ATAU PURA-PURA BAIK HARI INI

FEBRIANSYAH ISKANDAR


Tuhan DI HARI ini HARI pertama ramadhan-Mu
Kulihat masjid indahmu mendadak penuh.
Benar aku serius.....mungkin kau melihatnya juga

Tuhan DI HARI ini HARI pertama ramadhan-Mu
Kulihat pengedar dan pemakai sujud
benar, aku tak berpura-PURA
mungkin kau melihatnya juga tadi

TUHAN BEGITU SAJA LAPORANKU HARI INI
SALAM DAN TERIMA KASIH UNSTUK SEMUA BERKAHMU PADAKU

terima kasih untuk cinta kasih, liku perjalanan tak pasti
tuhan laporan terakhirku......
banyak orang berpura-pura baik hari ini
di ramadhan pertama-Mu untuk berkah kami



dedikasikan untuk senior-ku di IKJ yang mendadak sholat di ramadhan ini.........

Semalam Ibu Berteriak

febriansyah iskandar


Semalam pulang malam
salahku tapi....
bukan sepenuhnya salahku

kemarin pulang malam
Ibu Berteriak
salahku?
tidak bukan salahku
kampusku?
bukan

Ibu aku pulang karena aku belajar
bukan tiduran berguling indah di halaman TIM



FOR MY MOM, ....i love u mom

Sabtu, 08 September 2007

Duduk Lalu Pulang

febriansyah iskandar


sabtu ini datang terburu-buru
berlari melewati batas
batas antara ruang nyata dan waktu semu

kami datang dari jauh
hanya untuk duduk dan pulang

di pelajaran Agama
sabtu kemarin

Kelas Pancasila Yang Membosankan

febriansyah iskandar


Aku mengangkat tangan......................

Yah silahkan.....
tunjuk dosenku

Pak saya mau bertanya kapan pelajaran ini selesai..???

Minggu, 02 September 2007

MERETAS NYAWA DI PROSTITUSI

febriansyah iskandar

besok fajar datang lagi
mama bangun dong....................................

masak nasi goreng
di atas wajan dengan pantat hitam
subuh jalankan saja dulu
kan kau bilang tuhan nomor satu

besok fajar datang
mama bangunlah

besok sore menjelang..................................
papa masih belum pulang
mama duduk termangu
bukan ditangga depan rumah
karena ini jaman edan
bukan siti nurbaya

besok sore menjelang..................................
papa masih belum pulang
kabar dari elang
media cetak menulis
SEORANG DIREKTUR MATI DI TEMPAT PROSTITUSI

mama diam
mama diam




hilangnya nyawa di prostitusi, meding hidup utuh dari pada mati di prostitusi

Jumat, 24 Agustus 2007

MATI

febriansyah "omfeb" iskandar


diam
diam
diam
diam
diam
diam dan diam dan diam

diam
diam
kawan bangun kawan
diam
diam dan diam
teman bangunlah teman kita harus bangun

diam............................
diam............................
selamanya






terdedikasikan untuk sahabatku................selamat tinggal kawan

sssttt.......Ayah Kapan Kita Merdeka

sssttt.....pada malam hari
telentang di atas paha ayah

sssttt.... ayah apa kita benar sudah merdeka?
jawab ayah
sssttt....perlahan
jawablah ayah

sssttt.....diamlah
sahut ayah beberapa detik

sssttt...
berkata pelan

ayah....bernarkan kita sudah merdeka

mengangguk

tapi, kenapa orang di bawah jembatan dan pinggir kali dan pantai
kedinginan, teriak kepanasan, melaju kencang tiap pagi hingga pagi kembali

sssttt.....diamlah
sahut ayah lagi

tapi, ayah?
kapan sebenarnya kita merdeka?
jawablah......

masih ada luka lama kita sudah merdeka
tapi belum merdeka

maksudmu ayah?
kapan sebenarnya kita merdeka

sssttt.....diamlah
begitu kata ayah





febriansyah "omfeb" iskandar.....

untuk negaraku yang tak sepenuhnya merasakan kemerdekaan,,,,dimana mata dan hati, bahkan semua pimpinan masih sibuk mencari-cari dimana nurani....

Sabtu, 11 Agustus 2007


Pohon hijau Batang, Ranting, dan Daun Mahkotanya


febriansyah "Omfeb"

Ia masih seperti yang dulu
Terlihat kemarin pagi
Ia masih seperti yang dulu
Kulihat kemarin siang
Masih…….. Ia tetap seperti yang dulu
Terlihat lagi sore kemarin
Hujan terlalu lama untuk diturunkan
Matahari terlalu gahar untuk dimandikan
Alam melanglang, embun berganti deburan topan
Debu menggelora
Panas menyengat datang
Aahh….Ia masih seperti yang dulu
Terlihat pagi ini, mentari mercusuar dunia
Oh Tuhan….Ia masih seperti yang dulu
Kulihat lagi sore ini, menggalang sunyi menatap prahara
Akar, Batang………..
Ia masih seperti yang dulu
Tetap tangguh, menancap kokoh menusuk perut bumi
Batang, ranting………bermahkotakan Daun
Selalu, seperti dulu
Kulitnya coklat, merona menyerap mentari
Daunnya segar menghijaukan
Seperti yag aku lihat dulu, diperjalanan hidupku
Oh…Tuhan…..
Ia berbeda hari ini, meranggas, tanpa mahkota
Batang, Ranting…..
Tetap seperti yang dulu
Tapi tak coklat seperti pertama dulu
Legam, pekat….
Ia terbakar, ia telah mati, ia tercabik mahkotanyapun hilang
Tanpa daun
Tepat hari ini
Gelora mentari congkak telah membakarnya
Diatas kepala tersenyum
Mentari tersenyum gahar
Pohon itu…..
Batang itu…..
Ranting itu……
Mahkotanya……..hilang
Hutanku tak seperti yang dulu
Hari ini kulihat siang tadi
Diperjalanan hidupku



global warming....warning.....global warming.....warning

Memperingati Hari Pendidikan Nasional


HARGA GURU = HARGA TAMBAL BAN

OLEH : FEBRIANSYAH Iskandar

Guruku tulis surat
Tertanda untuk pimpinan
Terselip kata ragu, gundah
Guru-guru kami mengadu
Berharap suara mereka terdengar dalam rapat pemerintahan.
Busung menahan lapar, perih, duka menyelubung
Balasan ‘sabar’ lama tak terdengar
Kemanakah merpati pos terbang membawanya?
Bulan ini belum dapatkan apapun
Beberapa liter beras, menanggung busung setiap harinya
Itu sedekah
Kompensasi otonomi?
Itu hanya isapan pedih, berita basi yang terlontar perih
Menyakitkan relung, sekarang siapa yang peduli?
Guru-guru pemakan gaji tukang tambal ban
Makan sebulan, hanya dibayar untuk satu hari
Bercuap-cuap sebulan, menebar ilmu jutaan tahun.
Menahan tawa dalam pedih, mengukir generasi, menempuh ratusan kilo.
Mengenaskan, bahkan tukang tambal ban bergaya dengan motor.
Honor bulan sekarang?
Untuk bayar kontrakan, Bu!
Lalu besok mereka penebar jasa terlupakan, tak makan
Hari ini dapat uang?
Untuk bayar utang, Nak!
Lalu besok anak mereka calon pemerintah jujur masa depan dikeluarkan sekolah.
Ketika uang tak kunjung datang


Asongan…..
Tukang ojek…..
Tukang becak….
Tukang batu…..
Pemulung…..
Pencopet…..
Sangat mengenaskan, Pengedar……


Sial……..

Tapi mengapa guru-guruku harus mengalami itu semua…
Bahkan tiap malam selalu menjerit, mengadu pada Allah
Cuma mau Tanya.
Kenapa?


Bersenandung kidung lampau
Dunia gelap tanpa rona
Sebuah pengibaan Alam pendidikan
Merpati pos
Kau datang akhirnya
Balasan surat didapat


Masa guru 40 gulden pergaji jaman VOC sudah habis
Sekarang ” cukup ongkos jalan” dan….
“Tambal ban sepeda”
Dibawahnya tertulis
TERTANDA PEMERINTAHAN PUSAT



TERDEDIKASIKAN UNTUK GURUKU di SDN 18 MUARA ENIM PALEMBANG: Bu Yusniar dan Pak A. Munif
DAN
GURU HONOR LAINNYA YANG TINGGAL DI PINGGIR REL KERETA, GUBUK DIBELAKANG GEDUNG MEWAH, DIBAWAH JEMBATAN BESI DENGAN GAJI MENGENASKAN

Waria tahu cinta gak?


Febriansyah “OmFeb” Iskandar


Ibu cinta apa?
Bapak tau cinta gak?
Mama tau cinta?
Papa tau?
Bude, uwak
Bibi, tante
Om, paman
Dipinggir jalan…..
Mas……mas…….tau cinta?
Goblok gue betina, tolol……..


_Perjaka Journalist Freelance Warta Kota Muda—menanti fajar lebih mudah dibanding nunggu luka sunat sembuh..--__ www.goodreads.com/user/show/176980

ini puisi....

Film Indonesia

Febriansyah “OmFeb” Iskandar


Selamat datang di penghargaan Piala Citro
Nominasinya adalah………..
KuntilChild
Pocong 2
Casablanca Tunnel
Ghost orange purut
Kliwon Night Friday
Thirteen Floor
Dengan legenda SUZANNA
Next Rising Star Julie EsTeler, Nia Rambodan, Revalina S Campur, Benjamin Jorok
Maia EsMambo
Ooo….serammmm…………




_Perjaka Journalist Freelance Warta Kota Muda--mencintai wanita lebih dari kameraku tersayang_ www.goodreads.com/user/show/176980
ANTOLOGI BungaMatahari

Febriansyah “OmFeb” Iskandar


Buku Edan
Pengen nulis
Tiap baca….. nulis
Baca nulis
Baca nulis
Baca lagi, nulis lagi
Eeeehh……..mau baca
Mau nulis juga
Huuuu….Antologi BungaMatahari
Jungkir balik Inspirasi



__Jeung Gratiagusti Chananya Rompas alias Anya makaseeehh bukunya—ini Inspirasi (-Perjaka Freelance Warta Kota Muda -) www.goodreads.com/user/show/176980